Jumat, 04 Desember 2009

Dunia dan Teknologi Informasi


Belakangan ini, dunia pendidikan kita kembali tercoreng dengan mencuatnya kasus-kasus pendidikan seperti tauran antar pelajar, kasus mesum anak-anak sekolah seperti yang terjadi di SMAN6 kediri dan kasus penyimpana filam-filam porni lewat ponsel. Hal ini terjadi hampir disepanjang tahun diseluruh pelosok Indonesia baik dikota besar maupun di kota-kota terpencil.hanya saja kasus ini sebagain yang baru terungkap oleh media.

Dunia pendidikan harus mengakui kasus-kasus tersebut sebagai kelemahan sekaligus tantangan kedepan. Dunia pendidikan harus mampu menyelesaikan kasus-kasus tersebut dengan penuh rasa tanggungjawab sebab dunia pendidikan sebagai tempat mencetak moral dan prilaku anak-anak bangsa yang mengarah ke hal yang positif.

Memang kita sadarai bahwa tugas untuk mencetak anak bangsa yang baik dan benar tidaklah mudah dan bukan sepenuhnya tanggungjawab dunia pendidikan tetapi tanggung jawab bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tauran antar pelajar dan kasus mesum adalah kejadian diluar dugaan dan kehendak. kasus ini adalah tanggungjawab semua pihak baik orangtua, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. Kasus ini harus di cari akar persoalan dan penyelesaian yang tepat sehingga dimasa yang akan datang tidak terjadi lagi hal-hal demikian yang mencoreng dunia pendidikan.

Menurut hemat penulis, selama ini kasus-kasus tersebut terjadi tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi yang selama ini masih leluasa dan terbuka. Coba kita tengok di diwarnet-warnet hamper semua diisi oleh anak-anak sekolah. Selain itu juga, hampir semua anak smp dan sma memakai hp dengan tingkat teknologi yang tinggi, yang bisa digunakan untuk menyimpan film-film yang tidak dinginkan.Oleh karena harus ada solusi untuk meminimalisasi tindakan negative tersebut.

Menurut penulis ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:

1. peran mata pelajaran teknologi informasi sangat di tuntut untuk menuju ke pemakaian teknologi yang positif.
2. Sekolah harus memberikan aturan-aturan pelarangan dalam membawa alat komunikasi yang tingkat tinggi.
3. Orang tua harus membantu pengawasan dalam pendidikan di rumah
4. Masyarakat dan tokoh agama juga harus andil dalam pendidikan ank di masyarakat
5. Stop tanyangan-tanyan sinetron yang tidak mendidik

0 komentar:


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes