Kamis, 22 April 2010

Menghadapi Globalisasi dengan Sistem Ekonomi Islam


Alhamdulillahirabbilalamin wasshalatu wassalamu alaa asrofil anbiya I wal mursalin wa ala alihi wa shahbihi ajma’in . Amma ba’du . Allahumma shalli alaa muhammad wa ala ali muhammad

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah .
Pada siang yang cerah ini kita semua bias berkumpul disini untuk melaksanakan shalat jum’at , saya selaku khatib berwasiat , khususnya untuk diri saya sendiri dan umumnya untuk jamaah sekalian . Marilah kita sama – sama meningkatakan takwa kita kepada Allah swt . .
Pada kesempatan ini saya akan membawakan khutbah yang bertema menghadapi globalisasi dengan system ekonomi Islam.
Hadirin siding jum’at rahimakumullah.
Dampak nyata dari globalisasi terhadap perekonomian Indonesia adalah terutama pada dua hal yang saling memengaruhi satu sama lainnya , yakni produksi dalam negeri dan luar negeri . Globalisasi yang didorong oleh era perdagangan bebas dan liberalisasi pasar financial dunia berpengaruh terhadap produksi dalam negeri,
keberadaan lembaga – lembaga ekonomi juga memberikan dampak.
Untuk menghadapi globalisasi , system ekonomi kapitalis harus diubah ke system ekonomi Islam . Mengapa sistem ekonomi Islam ? Karena ada tiga faktor utama dalam sistem ekonomi Islam yang membuat sistem ini begitu kuat dan bermanfaat. Ketiga faktor tersebut adalah tauhid ( kepercayaan kepada Allah ) , khilafah ( kepemimpinan yang satu koordinasi ) , dan ‘adalah ( keadilan ).
Hadirin siding jum’at rahimakumullah.
Jika seseorang sudah menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah milik Allah , semua yang ada di dunia ini milik Allah, segala alam ini milik Allah, maka individu itu akan menjalani kehidupannya lebih berhati – hati. Berbuat agar sebagaimana semua itu harus dapat bermanfaat bagi semua umat manusia.
Sistem ekonomi Islam menjunjung tinggi semangaat dan prinsip keadilan. Semangat dan prinsip keadilan tersebut yang diutamakan.
Barakallahu liwallakum fil qur’anil adzhim , wanafa’na minal ayati wa dzikril hakim.
Alhamdulillah alhamdulillah hirabbil ‘alamin, pada kesempatan khutbah kedua ini khatib ingin memberikan suatu kesimpulan, menghadapi globalisasi yang semakin mengancam kehidupan rakyat kecil, pemerintah belum banyak bertindak. Hendaknya pemerintah dapat melakukan beberapa hal.
Mari kita angkat tangan kita untuk berdo’a kepada Allah.
Innalaha wamala’ikatahu yu shalluna alan nabiyy ya ayyuhalladzina amanu shallu alaihi was salimu taslima.
Allahummaghfir lil mu’minina wal mu’minat
Wal muslimina wal mu’minat
Al ahyaa i minhum wal amwat
Innaka ya khadiyal hajat
Rabbighfirlana wali walidaina warhamna warhamhuma kama rabbaya na shigara
Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar
Subhanarabbika rabbil idzati amma yusifun wasalamun ala mursalin wal hamdulillahirabbil alamin.
Aqulu qauli hadza wastaghfirullahaliwalakum
Aqimisshalah

0 komentar:


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes